Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak pasangan muda yang memilih metode berhubungan seks dengan cara “keluar di luar” alias ejakulasi di luar vagina sebagai usaha untuk mencegah kehamilan. Namun, tak sedikit juga yang akhirnya bertanya-tanya ketika haid mereka terlambat meskipun sudah melakukan cara ini. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah terlambat haid tersebut berarti hamil? Atau ada faktor lain yang memengaruhi?
Apa Itu Berhubungan Dikeluarkan Diluar?
Berhubungan kelur di luar atau metode “withdrawal” adalah teknik di mana pria menarik alat kelaminnya keluar dari vagina pasca penetrasi dan sebelum ejakulasi terjadi. Tujuan utamanya tentu untuk mencegah sperma masuk ke rahim sehingga peluang terjadinya kehamilan bisa diminimalkan.
Meskipun terdengar sederhana, metode ini memerlukan kontrol yang sangat baik dan tidak selalu efektif 100%. Bahkan, banyak studi menunjukkan bahwa metode ini memiliki tingkat kegagalan cukup tinggi jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi modern lainnya.
Kenapa Bisa Telat Haid Setelah Berhubungan Dengan Metode Keluar Di Luar?
Telat haid setelah melakukan hubungan seks dengan metode ini bisa jadi membuat panik, terutama bagi yang sudah aktif berencana untuk menunda kehamilan. Berikut beberapa alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi:
1. Kehamilan Meski Metode “Keluar Di Luar” Sudah Dilakukan
Meskipun menunjukan kontrol, ada peluang tetap untuk terjadi kehamilan. Hal ini karena sperma tidak hanya ada dalam cairan ejakulasi saja, tapi juga dalam cairan pra-ejakulasi yang keluar sebelum ejakulasi. Sperma dalam cairan ini meskipun jumlahnya lebih sedikit, tetap memungkinkan terjadinya pembuahan.
2. Stres dan Faktor Psikologis
Stres, kecemasan, dan tekanan mental bisa mengganggu siklus menstruasi. Jika kamu sedang cemas karena takut hamil, tubuh kamu bisa merespons dengan menunda haid. Ini adalah mekanisme alami tubuh yang sering tidak disadari.
3. Perubahan Pola Hidup dan Kesehatan
Berbagai faktor lain seperti perubahan pola makan, olahraga berlebihan, perubahan berat badan secara drastis, sampai penyakit tertentu juga dapat menyebabkan haid menjadi terlambat.
4. Pengaruh Penggunaan Obat-obatan
Beberapa obat, terutama yang mengandung hormon seperti pil KB, obat penyubur, atau obat-obatan lain bisa mengganggu siklus haid jika digunakan secara tidak rutin atau berhenti tiba-tiba.
Seberapa Aman Metode “Keluar Di Luar” Sebagai Metode Pencegah Kehamilan?
Metode ini sebenarnya sangat bergantung pada ketepatan dan kontrol pria. Jika dilakukan dengan benar, peluang kehamilan dapat diperkecil. Namun, secara statistik metode withdrawal memiliki tingkat kegagalan sekitar 20%. Artinya, dari 100 pasangan yang menggunakan metode ini selama satu tahun, sekitar 20 di antaranya bisa mengalami kehamilan.
Selain itu, metode ini juga tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS) karena kontak langsung tetap terjadi.
Apa Yang Harus Dilakukan Jika Haid Telat Setelah Berhubungan “Keluar Di Luar”?
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah jangan panik. Berikut langkah yang bisa kamu coba:
1. Lakukan Tes Kehamilan
Untuk memastikan apakah kamu hamil atau tidak, lakukan tes kehamilan menggunakan test pack. Tes ini sebaiknya dilakukan setelah terlambat haid selama kurang lebih satu minggu agar hasilnya lebih akurat.
2. Pantau Siklus Haid Selanjutnya
Jika hasil test pack negatif, tetap pantau siklus haid kamu selama beberapa bulan ke depan. Jika haid masih terlambat terus, sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
3. Pertimbangkan Konsultasi dengan Dokter
Jika kamu merasa ada gangguan atau perubahan signifikan dalam kesehatan reproduksi, atau ingin mencari metode kontrasepsi yang lebih efektif, dokter bisa memberikan saran terbaik sesuai kondisi kamu.
Metode Kontrasepsi Alternatif yang Lebih Aman
Mengingat risiko kehamilan dari metode “keluar di luar” cukup tinggi, kamu mungkin bisa mempertimbangkan pilihan kontrasepsi lain yang lebih aman dan efektif, seperti:
- Pil KB: Mengandung hormon yang mengatur siklus menstruasi dan mencegah ovulasi.
- IUD (Intrauterine Device): Alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim dengan tingkat efektivitas sangat tinggi.
- Penggunaan Kondom: Selain mencegah kehamilan, juga melindungi dari IMS.
- Metode Suntik KB: Hormon yang disuntikkan untuk mencegah kehamilan hingga beberapa bulan.
Pilih metode kontrasepsi yang cocok dengan gaya hidup dan kebutuhan kamu supaya hasilnya maksimal.
Kesimpulan
Berhubungan seks dengan metode keluar di luar memang bisa mengurangi risiko kehamilan, namun tidak sepenuhnya aman dari kemungkinan hamil. Telat haid setelah melakukan hubungan seperti ini bisa jadi tanda kehamilan atau disebabkan berbagai faktor lainnya. Pengecekan dengan tes kehamilan dan konsultasi pada tenaga medis sangat dianjurkan agar kamu mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.
FAQ tentang berhubungan dikeluarkan diluar tapi telat haid
Apakah saya bisa hamil jika berhubungan keluar di luar tapi haid telat?
Ya, ada kemungkinan hamil karena sperma bisa ada di cairan pra-ejakulasi yang keluar sebelum ejakulasi. Jadi, metode ini tidak 100% aman dari kehamilan. Liputan6 Tekno
Berapa lama waktu yang tepat untuk melakukan tes kehamilan setelah haid telat?
Sebaiknya tes kehamilan dilakukan setelah kamu terlambat haid minimal satu minggu agar hasilnya lebih akurat.
Apa saja penyebab lain selain hamil yang bisa membuat haid terlambat?
Stres, perubahan berat badan, pola hidup, penyakit, atau efek samping obat juga bisa menyebabkan keterlambatan haid.
Apakah metode keluar di luar melindungi dari penyakit menular seksual?
Tidak. Metode ini tidak melindungi dari IMS karena kontak langsung tetap terjadi antara alat kelamin.
Kapan sebaiknya saya konsultasi ke dokter jika haid terlambat?
Jika haid terlambat lebih dari dua minggu dan test kehamilan negatif, atau jika kamu mengalami gejala tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.